Friday, December 4, 2009

Jual Anak untuk Plesiran ke Jakarta

Current info about tech is not always the easiest thing to locate. Fortunately, this report includes the latest tech info available.

TANJUNGPINANG - Dengan dalih tak sanggup menerima kenyataan sulitnya hidup ini, Ahua, 32, rela menjual anak pertamanya, Kwang Yu alias Andika, 6 bulan, kepada orang yang tak dikenal, Kie Khun, 36, warga Kecamatan Bayu Kabutaen Bintan Batu 40 seharga Rp20 juta. Hasil uang penjualan tersebut, digunakan Ahua dan istrinya Suryani,18, untuk jalan-jalan ke Jakarta. Penjualan bayi ini akhirnya terungkap, setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat. Setelah ditelusuri ternyata informasi ini benar. Lalu Suryani yang ditemui polisi di perumahan Kijang Kencana, langsung menceritakan tentang anaknya yang hilang sejak empat bulan lalu.

Dari sini lah diketahui, kalau anak pertama Suryani dijual ke Kie Khun. Dalam prosesnya, Ahua minta pertolongan kepada adik kandungnya, Merry, 30, untuk menjual Andika. Saat itu Ahua memberikan alasan, kalau hal ini dilakukan karena mereka terhimpit kebutuhan ekonomi dan ingin membuka usaha.

"Karena takut, anak itu dijual oleh ibu istrinya seharga Rp5 juta kepada orang Singapura, ia memilih untuk mencari pembelinya sendiri," kata Merry di Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang, kemarin.

Kemudian, lanjut Merry, ia ditugaskan menemui Alang untuk membahas masalah penjualan anaknya. Setelah itu, Alang mencari pembeli yang siap mengeluarkan uang sebesar Rp20 juta. Tak lama kemudian, Alang bertemu Kie Khun dan menawarkan hal ini.

Setelah keduanya sepakat dengan harga yang ditentukan Ahua, Kie Khun dan Istrinya Agustin, 31, diajak untuk melihat bayi yang akan dibeli. "Kami sempat ditemukan tiga kali dengan anak ini. Tujuannya untuk memastikan apakah sesuai atau tidak," kata Agustin.

Dilanjutkan Agustin, ketika itu alasan kedua orangtuanya mau menjual Andika karena tak sanggup memenuhi kebutuhan anaknya. Lalu kondisi ekonomi mereka sangat susah, alias miskin. "Mendengar hal itu, kami pun terharu dan ingin membatu," ujarnya.

Once you begin to move beyond basic background information, you begin to realize that there's more to tech than you may have first thought.

Sementara pengakuan Kie Khun, keinginan ia dan istrinya membeli Andika, karena sudah sangat rindu akan kedatangan seorang anak didalam keluarganya. Pasalnya sejak 10 tahun mereka menikah, hingga saat ini belum dikaruniai momongan seorang pun. "Kami sangat rindu hadirnya seorang anak. Anak ini akan kami besarkan seperti anak sendiri," ujar Kie Khun.

Menurut, Kie Khun, sebelum membeli anak ini, ia memang sudah punya niat untuk mengadopsi anak. Namun belum ada satupun yang mau memberikan anak kepada mereka. Begitu ada yang mau memberikan tapi syaratnya harus dibayar, ia pun menyanggupinya. Meskipun tak kenal dengan keluarga Ahua.

Begitu semuanya disepakati, 12 Agustus 2009 Ahua membawa Andika dan diserahkan ke Merry. Lalu Merry bertemu dengan Alang untuk transaksi penjualan anak. Agar pembelian ini kuat, mereka membuat surat jual beli. Usai proses ini selesai, Merry langsu bertemu dengan Ahua untuk menyerahkan uang tersebut.  "Waktu itu saya tak diberikan sedikitpun imbalan. Karena niatnya hanya ingin membantu," kata Merry. 

Setelah dapat uang Rp20 juta dari menjual anaknya, terang Merry, Ahua dan Suryani pergi Jakarta untuk Holiday. Mereka berada di sana sekitar dua minggu. Ketika uang yang dibawa sudah habis, mereka kembali pulang ke Tanjungpinang.

"Sampai di sini, tiba-tiba istri abang saya lapor polisi kalau anaknya dijual. Padahal waktu itu dia tau kalau anaknya mau dijual," ucap Merry. Sedangkan Suryani yang dikonfirmasi mengenai hal ini, mengaku dirinya tak mengetahu anak pertamanya telah dijual suaminya, sebelum kasus ini terungkap. Karena pada saat anaknya dibawa oleh Ahua, ia tak pernah melihat wajahnya lagi. "Setiap saya tanya tentang Kwang Yu, dia (Ahua,red) selalu marah dan mengatakan tak usah tanya-tanya lagi. Mari kita ke Jakarta," kata Suryani.

Kemudian, saat itu, lanjut Suryani, Ahua memang pernah memperlihatkan uang sebanyak Rp12 juta di Hotel Sinta tempat mereka menginap sebelum menjual anaknya. Namun Ahua tak pernah memberitahu kalau uang itu hasil menjual Kwang Yu.

Sementara itu, Kapolres Tanjungpinang AKBP Djoko Rudi E membenarkan adanya pengungkapan kasus penjualan balita ini. "Anggota kita, kamis (3/12) pukul 17.30 WIB lalu berhasil membongkar kasus perdagangan anak," katanya.

Saat ini Kie Khun, Merry, Alang dan Suryani tengah dimintai keterangan untuk proses penyidikan. Pasalnya keterangan yang disampaikan mereka masih berbeda-beda. Sedangkan Ahua masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Tanjungpinang.  "Barang bukti yang kita sita saat ini berupa satu lembar surat perjanjian jual beli anak dan kwitansi dengan nominal Rp20 juta," tukasnya. (mat)

Now you can be a confident expert on tech. OK, maybe not an expert. But you should have something to bring to the table next time you join a discussion on tech.



0 comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Backlink Lists|Free Backlinks backlink Free Automatic Link Free Backlink Lists|Free Backlinks