Wednesday, December 9, 2009

LIGA CHAMPIONS : Kemenangan Judi 3-5-2 Ferguson

Yang terbaik untuk mengambil tindakan kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap sebagai alternatif Anda. Paragraf berikut akan membantu Anda dalam petunjuk untuk apa yang menurut para pakar signifikan.

WOLFSBURG, KOMPAS.com " Pelatih Manchester United (MU) Sir Alex Ferguson memang kadang-kadang berjudi. Bahkan, saat di pesawat dia pernah berjudi dengan para pemainnya. Namun, untuk mengatur strategi, baru kali ini dia melakukan perjudian besar saat MU bertandang ke kandang Wolfsburg dalam partai terakhir Liga Champions Grup B.

Hal ini jelas bukan iseng karena kesukaannya berjudi. Keadaan memaksa Fergie melakukan hal itu. Betapa tidak, "Setan Merah" datang ke kandang Wolfsburg tanpa 14 pemain utamanya.

Di lini belakang, hanya Patrice Evra yang bisa tampil. Gary Neville, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Wes Brown, dan John O'Shea cedera dan sakit. Ryan Giggs, Dimitar Berbatov, dan Wayne Rooney kurang fit. Demikian juga dengan Jonny Evans, serta si kembar Fabio dan Rafael da Silva.

Sebuah kondisi yang sangat memilukan buat MU. Maka, Ferguson pun terpaksa berjudi. Dia memakai formasi 3-5-2 yang sudah lama tak pernah dia pakai.

"Mengubah sistem permainan langkah yang sangat riskan. Apalagi, Wolfsburg memasang dua striker berbahaya, Edin Dzeko dan Grafite. Saya berpikir, memakai tiga defender akan jadi pilihan terbaik," kata Ferguson.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

Benar juga. Ferguson memakai formasi yang tak biasa buat MU itu, dengan susunan pemain yang aneh pula. Michael Carrick dan Darren Fletcher yang selama ini menjadi gelandang ditugaskan sebagai defender. Mereka menemani Evra.

Agar pertahanan kuat, dia memasang lima gelandang. Mereka adalah Anderson, Paul Scholes, Darron Gibson, Nani, dan Park Ji Sung. Sementara di depan Ferguson memasang Michael Owen dan Danny Welbeck.

Perjudian 3-5-2 yang dulu banyak dipakai klub Jerman itu sempat kagok juga. Namun, mereka setidaknya mampu menahan gempuran dari Wolfsburg. Bahkan, MU mampu membangun serangan juga dengan baik. Dan, pada menit ke-44 Michael Owen membawa MU unggul lebih dulu.

Memasuki babak kedua, MU sempat kaget oleh gol Edin Dzeko. Namun, MU mampu menguasai diri dan justru lebih banyak menguasai bola, yakni 53 persen berbanding 47 persen. Meski demikian, Wolfsburg lebih banyak melakukan tendangan ke gawang, 19 kali. Sedangkan MU hanya 10 kali.

Namun, efektivitas MU jauh lebih baik. Dengan demikian, serangan mereka menambah dua gol sekaligus menandai hattrick Owen. MU pun menang 3-1. Prestasi yang membanggakan dan memuaskan, mengingat kemenangan di kandang lawan dan dalam kondisi amat krisis pemain.

Perjudian Ferguson benar-benar sukses. Dia justru merasa mendapat pengetahuan baru dari timnya sendiri. Namun, jelas dia tak akan berani terus-terusan berjudi seperti ini. (*)

Tidak ada keraguan bahwa topik dari berita terbaru bisa menarik. Jika Anda masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab tentang berita terbaru, Anda mungkin menemukan apa yang Anda cari di artikel berikutnya.



0 comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Backlink Lists|Free Backlinks backlink Free Automatic Link Free Backlink Lists|Free Backlinks